Majelis Alkautsar – Buktikan, Dahsyatnya sedekah

Buktikan, Dahsyatnya sedekah

’'Bagaimana ya Ustadz, dagangan saya sangat sepi. Setelah idul fitri yang lalu, Utang dagang bertumpuk, Kontrak rumah belum dibayar, Belum bisa bayar SPP sekolah anak saya dan untuk kebutuhan makan sehari-hari juga susah’’ Demikian seorang laki-laki bernama Firman beberapa hari lalu datang berkonsultasi di Majelis Al-Kautsar Surabaya,

"Saya ingin bertanya sesuatu kepada abang, maukah abang menjawab pertanyaan-pertanyaan saya dengan jujur...?,’’ kata petugas per-amal-an sambil tersenyum dan membentangkan Al-Quran dihadapannya.

Firman: "Iya Ustadz, saya akan jujur menjawab"

Petugas: "Apapun jawaban abang, jawablah hanya karena ALLAH,
pertanyaan saya yang pertama, apakah abang Sholat...?"

Firman: "Sholat ustadz"

Petugas: "Pernah meninggalkan Sholat"

Firman: "Pernah ustadz"

Petugas: "Pernah atau sering...?"

Firman: "Sering ustadz"

Petugas: "Pertanyaan saya kedua, yang mengatur, menentukan dan pemberi rezeki dalam kehidupan ini siapa...?"

Firman: "ALLAH"

Petugas: "Abang ini memang aneh, Rezekinya abang terima, tapi yang punya rezeki abang tinggalkan, Nikmatnya abang rasakan tapi sang pemberi Nikmat abang abaikan, perintahnya abang lalaikan, Ingat bang kita ini manusia hanyalah pencari rezeki, tapi yang pemberi rezeki adalah ALLAH, kita hanya bisa berusaha dan ALLAH lah yang menentukannya"
"walau bersusah payah bagaimanapun abang mencarinya, kalau yang punya rezeki abang tinggalkan, maka segalanya akan sia-sia dan tidak akan ada berkahnya"

Firman: "Saya sadar ustadz, saya sangat menyesal"

Petugas: "hehehe.....(tersenyum) Iya bang, begitulah manusia, kalau sudah susah..., kalau sudah bermasalah..., kalau sudah sakit parah..., kalau sudah terkena musibah... baru ingat dan mencari-cari ALLAH"

Firman: "maafkan saya ustadz, tolong saya harus bagaimana...? saya sangat menyesal sekali"

Petugas: "kalau begitu, bersediakah abang bila saya berikan beberapa Amalan...?"

Firman: "Saya bersedia ustadz, apapun akan saya lakukan, saya betul-betul tobat dan mohon ampun kepada ALLAH"

Petugas: "Baiklah, ada dua amalan yang akan saya berikan kepada abang.
- Yang pertama adalah amalan harian yang disebut 5-1-3"
"5 adalah Dirikan Sholat 5 waktu, mulai saat ini Sholat 5 waktu jangan pernah abang tinggalkan, berpeganglah dengan prinsip Majelis Al-Kautsar: Jangan pernah menunggu waktu luang, tapi luangkanlah waktu untuk mengingat ALLAH"

"1 adalah 1 kali dalam sehari abang harus Sholat berjamaah di masjid, dalam hal ini lebih disarankan 5 waktu tersebut dimasjid, Mau rumah tangga makmur...? maka makmurkanlah rumah ALLAH"

"3 adalah bacalah Al-Quran minimal 3 ayat dalam sehari semalam, bila abang berkenan lebih banyak lebih baik"

-Yang kedua adalah amalan utama,
1. setiap abang akan berangkat kerja berwudhulah terlebih dahulu, lanjutkan menyempurnakan wudhu dengan sholat sunat wudhu 2 rakaat, sholat sunat tobat 2 rakaat dan bersedekahlah sebelum melangkah berangkat kerja sesuai dengan kemampuan dengan istiqomah dilakukan setiap hari.
2. kemudian setiap hari pulang dari kerja kembali bersedekah.

"Ingat, dalam hal ini sedekahnya yang penting ISTIQOMAH dilakukan setiap hari RUTIN sebelum berangkat dan setelah pulang kerja, walau hanya Rp.500 atau Rp. 1000, dalam hal ini yang dinilai bukan jumlahnya tapi ISTIQOMAHnya"

"abang bisa buat celengan sedekah dirumah, dan sekali dalam sebulan salurkan kemasjid"
"Bagaimana bang....? apakah abang bersedia melakukan dari apa yang telah saya sampaikan...?"

Firman: "baiklah ustadz, saya akan berusaha untuk bisa istiqomah"

Petugas: "Kalau begitu sekarang abang segeralah berwudhu lanjutkan sholat sunat wudhu, sholat sunat tobat dan dirikanlah sholat 5 waktu dengan istiqomah mulai dari sekarang, insya Allah nanti dapat jalan keluar. Meski tampak ragu, laki-laki tersebut menurut. ‘’Baik Ustadz Terima kasih,’’ katanya lantas berpamitan.

Dua pekan kemudian, Firman datang lagi ke ruangan Konsultasi Majelis- Al-Kautsar. Kali ini, wajahnya sumringah, tidak kusut seperti dulu. Begitu duduk di hadapan Petugas per-Amal-an, ia langsung bercerita heboh.
‘’Alhamdulillah, Pak ustadz, bener. Dagangan saya laris sejak saya ikuti amalan 5-1-3 dan sedekah. Setiap dagang, biarpun sedikit, saya sisihkan hasilnya untuk sedekah. Nih, saya mau bersedekah untuk Majelis Al-Kautsar,’’ kata si Firman dengan lagak gaya.

‘’Alhamdulillah, saya turut senang, Semoga abang tetap rajin bersedekah sehingga usahanya maju lancar,’’ ucap Petugas Per-mal-an sambil tersenyum.

Ia turut bahagia, bisa membahagiakan jamaah Majelis Al-Kautsar yang tadinya kesusahan.

Semoga kita menjadi manusia yang bernilai dihadapan ALLAH



Yayasan BuyaTarmizi All rights reserved

Aliran Pahala Tanpa Putus

[ Mau ]

×
×
×
×
×
Aliran Pahala Tanpa Putus [ MAU ]
×
Aliran Pahala Tanpa Putus [ MAU ]
×
Aliran Pahala Tanpa Putus [ MAU ]
×
Powered byEMF Online HTML Form
×
Powered byEMF Online Form Builder
×
Powered byEMF Contact Form
×
Powered byEMF Online Form
×
Powered byEMF Online Form Builder
×
Powered byEMF HTML Contact Form
×
Powered byEMF Free Form Builder
×
Powered byEMF Online Survey
×
Powered byEMF Contact Form
×
Powered byEMF Free Form Builder
×
Powered byEMF Form Builder
×
Powered byEMF Web Form
×
Powered byEMF Online Form
×
Powered byEMF Online HTML Form
×
Powered byEMF Online Payment Form
×
Powered byEMF HTML Contact Form
×
  • Apabila Jumlah Zakat Yang Harus di Bayarkan Bernilai 0, Anda Tidak wajib Zakat,
 
ZAKAT HARTA
 
Uang Tunai, Tabungan, Deposito atau sejenisnya Rp
Saham atau surat-surat berharga lainnya Rp
Real Estate (tidak termasuk rumah tinggal yang dipakai sekarang) Rp
Emas, Perak, Permata atau sejenisnya Rp
Mobil (lebih dari keperluan pekerjaan anggota keluarga) Rp
Jumlah Harta Rp
Hutang Pribadi yg jatuh tempo dalam tahun ini Rp
Harta kena zakat Rp
JUMLAH ZAKAT HARTA YANG WAJIB DIBAYARKAN Rp
 
ZAKAT PROFESI
 
Pendapatan / Gaji per Bulan (setelah dipotong pajak) Rp
Bonus/pendapatan lain-lain selama setahun Rp
Jumlah Pendapatan per Tahun Rp
Rata-rata pengeluaran rutin per bulan Kebutuhan fisik, air, listrik, BBM, transportasi Rp
Pengeluaran Pendidikan, Kesehatan Rutin dalam satu tahun Rp
Jumlah Pengeluaran per Tahun Rp
Penghasilan kena zakat Rp
JUMLAH ZAKAT PROFESI YANG WAJIB DIBAYARKAN Rp
 
ZAKAT USAHA PERDAGANGAN & BISNIS
 
Nilai Kekayaan Perusahaan (termasuk uang tunai, simpanan di bank, real estate, alat produksi, inventori, barang jadi) Rp
Utang perusahaan jatuh tempo Rp
Komposisi Kepemilikan (dalam persen) %
Jumlah Bersih Harta Usaha Rp
Harta usaha kena zakat Rp
JUMLAH ZAKAT USAHA YANG WAJIB DIBAYARKAN Rp

 

TOTAL WAJIB 

Rp
PERHITUNGAN NISAB
Harga Emas Murni Saat ini per Gram Rp
Besarnya Nisab Rp
×
Hari Pertama Haid Terakhir

(HPHT)
Tanggal (DD)

Bulan (MM)

Tahun (YYYY)
Lama Siklus Haid Rata-rata

Boleh tidak diisi
(22 - 45 hari)

*Umumnya 28 hari
Perkiraan Pembuahan
Perkiraan Usia Janin
Perkiraan Siap Dilahirkan
Perkiraan Tanggal Kelahiran
Trimester Pertama
Trimester Kedua
Trimester Ketiga












×
Powered byEMF HTML Contact Form
×

PERHATIAN: Jika Anda ingin mendapatkan aliran pahala tanpa putus dari para Penghafal Al Quran,

Rumah Tahfizh ALKAUTSAR

  • Dibangun untuk para penghafal Al Quran
  • Untuk umum, Pelajar, dan, Mahasiswa
  • Dibangun di lokasi yang padat dan sangat membutuhkan ruang bagi para penghafal Al Quran
  • Melahirkan Cendekia penghafal Al Quran yang akan tersebar ke seluruh penjuru nusantara
  • Pahala akan terus mengalir kepada Anda yang mewakafkan hartanya untuk pembangunannya, InsyaAllah

 

Pahala Jariyah dari Para Penghafal Al Quran

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

????? ????? ???????????? ????????? ?????? ???????? ???? ???? ???????? : ???? ???? ???????? ????????? ? ???? ?????? ?????????? ???? ? ???? ?????? ??????? ??????? ????

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang shalih”
(HR. Muslim)

Mulianya Para Penghafal Al Quran

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Ditawarkan kepada penghafal al-Quran, “Baca dan naiklah ke tingkat berikutnya. Baca dengan tartil sebagaimana dulu kamu mentartilkan al-Quran ketika di dunia. Karena kedudukanmu di surga setingkat dengan banyaknya ayat yang kamu hafal.”(HR. Abu Daud)

MasyaAllah, mulia sekali kedudukan para penghafal Al Quran.

Namun, tidak semua orang bisa menghafal Al Quran dengan mudah.

Kenapa? Ada beberapa penyebabnya:

  • Belum lancar membaca Al Quran
  • Terganjal dengan kesibukan rumah tangga dan tidak bisa membagi waktu dengan baik
  • Sudah berusia sehingga daya ingatnya tidak kuat lagi
  • Bisa menghafal Al Quran tapi kurang maksimal
  • Tidak ada Ustadz tempat setoran hafalan agar sehingga hafalan lebih melekat dan bacaan bisa diperbaiki

 

Peluang Wakaf Pembangunan Rumah Tahfizh

Kabar gembiranya, ada peluang wakaf Pembangunan Rumah Tahfizh. Anda bisa mendapatkan aliran pahala tanpa putus dari para cendekia penghafal Al Quran.

Saat ini dibutuhkan sekali wadah untuk para pemuda yang semangat menghafalkan Al Quran. Insya Allah Rumah Tahfizh ALKAUTSAR akan hadir untuk memfasilitasi mereka

 













×
Powered byEMF HTML Contact Form
×
Powered byEMF HTML Contact Form
×
Rekening Yayasan