Majelis Alkautsar – Istihadhah

Istihadhah

Kaidah-kaidah dan Permasalahan Tentang Istihadhah

Istihadhah adalah darah yang keluar di luar kebiasaan atau darah yang datang secara tidak disangka-sangka.

Tanya: Apa yang seharusnya dilakukan oleh wanita yang beristihadhah..?

Jawab: Hendaknya dia berwudhu setiap akan mendirikan shalat, dan mencuci bagian yang terkena darah.

Kaidah-kaidah dan Permasalahan tentang istihadhah:

◾Wanita yang menyusui, jika mengeluarkan darah yang sedikit, dan kurang dari sehari semalam, maka ini adalah istihadhah.

◾Jika seorang wanita mengonsumsi pil pencegah kehamilan, lalu pada suatu hari ia lupa meminumnya, kemudian keluar darah kurang dari sehari semalam atau shufrah (cairan kuning) atau kudrah (cairan keruh), lalu ia melanjutkan meminum pil tersebut, sehingga darah berhenti, maka ini adalah istihadhah.
Adapun jika darah keluar terus-menerus selama sehari semalam atau lebih, maka ini adalah haidh.

◾Jika ia meminum pil pencegah kehamilan, dan setelah seminggu atau sepuluh hari kemudian ia meninggalkannya, lalu keluar darah, maka ini adalah haidh.

◾Jika ia meminum pil pencegah kehamilan atau pil pencegah haidh ketika sedang Haji atau Umrah atau berpuasa, dan sebab panas yang sangat berlebihan dan semisalnya, seperti berjalan kaki atau bekerja berat, lalu keluar shufrah atau kudrah, maka ini adalah istihadhah.

◾Jika seorang wanita bekerja keras atau mengangkat sesuatu yang berat, mengendarai mobil secara tidak nyaman di tengah jalan tidak rata (berlobang, naik turun), atau memakan daun-daunan sebagai obat, kemudian keluar darah bukan pada waktu haidh, dan warna dan aromanya berbeda dengan darah haidh, maka ini adalah istihadhah.

Catatan yang sering ditanyakan:
Cairan keputihan atau cairan kekuningan (pektay) yang keluar dari rahim di selain waktu haidh adalah suci (seorang wanita tidak harus berwudhu dan mencuci bekas bercaknya), cairan tersebut sama halnya dengan cairan yang keluar dari mata, telinga, dan hidung. Ini sering disebut oleh para ahli Fiqih dengan ruthubatu farjil mar'ah (kelembaban kemaluan wanita), dan secara umum wanita tidak akan terlepas dari hal ini.

Cairan ini bukan seperti shufrah dan kudrah yang bersambung dengan haidh pada hari pertama atau hari terakhir dari masa haidh yang telah dijelaskan sebelumnya. Sedangkan menurut keterangan medis [bahwa al-ifrazat al-baidha' (keputihan), adalah masalah yang sangat alami dan terkadang lebih cenderung berwarna kekuningan pada saat tertentu. Dan ia merupakan cairan yang keluar dari leher rahim atau liang peranakan (vagina) yang berfungsi sangat penting bagi kehidupan yaitu melembabkan/melicinkan alat kelamin bagian dalam maupun luar, sebagaimana juga ia berfungsi membersihkan sebagian kotoran, serta menjaga tingkat keasaman tertentu yang dapat mencegah terjadinya radang (infeksi) dan masuknya bakteri dan lain-lain].




Yayasan BuyaTarmizi All rights reserved

Aliran Pahala Tanpa Putus

[ Mau ]

×
×
×
×
×
Aliran Pahala Tanpa Putus [ MAU ]
×
Aliran Pahala Tanpa Putus [ MAU ]
×
Aliran Pahala Tanpa Putus [ MAU ]
×
Powered byEMF Online HTML Form
×
Powered byEMF Online Form Builder
×
Powered byEMF Contact Form
×
Powered byEMF Online Form
×
Powered byEMF Online Form Builder
×
Powered byEMF HTML Contact Form
×
Powered byEMF Free Form Builder
×
Powered byEMF Online Survey
×
Powered byEMF Contact Form
×
Powered byEMF Free Form Builder
×
Powered byEMF Form Builder
×
Powered byEMF Web Form
×
Powered byEMF Online Form
×
Powered byEMF Online HTML Form
×
Powered byEMF Online Payment Form
×
Powered byEMF HTML Contact Form
×
  • Apabila Jumlah Zakat Yang Harus di Bayarkan Bernilai 0, Anda Tidak wajib Zakat,
 
ZAKAT HARTA
 
Uang Tunai, Tabungan, Deposito atau sejenisnya Rp
Saham atau surat-surat berharga lainnya Rp
Real Estate (tidak termasuk rumah tinggal yang dipakai sekarang) Rp
Emas, Perak, Permata atau sejenisnya Rp
Mobil (lebih dari keperluan pekerjaan anggota keluarga) Rp
Jumlah Harta Rp
Hutang Pribadi yg jatuh tempo dalam tahun ini Rp
Harta kena zakat Rp
JUMLAH ZAKAT HARTA YANG WAJIB DIBAYARKAN Rp
 
ZAKAT PROFESI
 
Pendapatan / Gaji per Bulan (setelah dipotong pajak) Rp
Bonus/pendapatan lain-lain selama setahun Rp
Jumlah Pendapatan per Tahun Rp
Rata-rata pengeluaran rutin per bulan Kebutuhan fisik, air, listrik, BBM, transportasi Rp
Pengeluaran Pendidikan, Kesehatan Rutin dalam satu tahun Rp
Jumlah Pengeluaran per Tahun Rp
Penghasilan kena zakat Rp
JUMLAH ZAKAT PROFESI YANG WAJIB DIBAYARKAN Rp
 
ZAKAT USAHA PERDAGANGAN & BISNIS
 
Nilai Kekayaan Perusahaan (termasuk uang tunai, simpanan di bank, real estate, alat produksi, inventori, barang jadi) Rp
Utang perusahaan jatuh tempo Rp
Komposisi Kepemilikan (dalam persen) %
Jumlah Bersih Harta Usaha Rp
Harta usaha kena zakat Rp
JUMLAH ZAKAT USAHA YANG WAJIB DIBAYARKAN Rp

 

TOTAL WAJIB 

Rp
PERHITUNGAN NISAB
Harga Emas Murni Saat ini per Gram Rp
Besarnya Nisab Rp
×
Hari Pertama Haid Terakhir

(HPHT)
Tanggal (DD)

Bulan (MM)

Tahun (YYYY)
Lama Siklus Haid Rata-rata

Boleh tidak diisi
(22 - 45 hari)

*Umumnya 28 hari
Perkiraan Pembuahan
Perkiraan Usia Janin
Perkiraan Siap Dilahirkan
Perkiraan Tanggal Kelahiran
Trimester Pertama
Trimester Kedua
Trimester Ketiga












×
Powered byEMF HTML Contact Form
×

PERHATIAN: Jika Anda ingin mendapatkan aliran pahala tanpa putus dari para Penghafal Al Quran,

Rumah Tahfizh ALKAUTSAR

  • Dibangun untuk para penghafal Al Quran
  • Untuk umum, Pelajar, dan, Mahasiswa
  • Dibangun di lokasi yang padat dan sangat membutuhkan ruang bagi para penghafal Al Quran
  • Melahirkan Cendekia penghafal Al Quran yang akan tersebar ke seluruh penjuru nusantara
  • Pahala akan terus mengalir kepada Anda yang mewakafkan hartanya untuk pembangunannya, InsyaAllah

 

Pahala Jariyah dari Para Penghafal Al Quran

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

????? ????? ???????????? ????????? ?????? ???????? ???? ???? ???????? : ???? ???? ???????? ????????? ? ???? ?????? ?????????? ???? ? ???? ?????? ??????? ??????? ????

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang shalih”
(HR. Muslim)

Mulianya Para Penghafal Al Quran

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Ditawarkan kepada penghafal al-Quran, “Baca dan naiklah ke tingkat berikutnya. Baca dengan tartil sebagaimana dulu kamu mentartilkan al-Quran ketika di dunia. Karena kedudukanmu di surga setingkat dengan banyaknya ayat yang kamu hafal.”(HR. Abu Daud)

MasyaAllah, mulia sekali kedudukan para penghafal Al Quran.

Namun, tidak semua orang bisa menghafal Al Quran dengan mudah.

Kenapa? Ada beberapa penyebabnya:

  • Belum lancar membaca Al Quran
  • Terganjal dengan kesibukan rumah tangga dan tidak bisa membagi waktu dengan baik
  • Sudah berusia sehingga daya ingatnya tidak kuat lagi
  • Bisa menghafal Al Quran tapi kurang maksimal
  • Tidak ada Ustadz tempat setoran hafalan agar sehingga hafalan lebih melekat dan bacaan bisa diperbaiki

 

Peluang Wakaf Pembangunan Rumah Tahfizh

Kabar gembiranya, ada peluang wakaf Pembangunan Rumah Tahfizh. Anda bisa mendapatkan aliran pahala tanpa putus dari para cendekia penghafal Al Quran.

Saat ini dibutuhkan sekali wadah untuk para pemuda yang semangat menghafalkan Al Quran. Insya Allah Rumah Tahfizh ALKAUTSAR akan hadir untuk memfasilitasi mereka

 













×
Powered byEMF HTML Contact Form
×
Powered byEMF HTML Contact Form
×
Rekening Yayasan