Majelis Alkautsar – Jalan menuju ketenangan jiwa

Jalan menuju ketenangan jiwa

Saudaraku...
Setiap orang memiliki sudut pandang yang berbeda dalam mengartikan kebahagiaan. Tidak di ragukan lagi bahwa sesuatu yang berada di lingkungan kita, berpengaruh terhadap kebahagiaan kita. Akan tetapi sebab kebahagiaan itu tidak berasal dari luar. Namun tergantung pada cara kita menyikapi faktor-faktor eksternal tersebut. kebahagiaan yang hakiki adalah berasal dari dalam diri manusia.

Kebahagiaan yang di ukur dengan materi, hanya akan menimbulkan angan-angan hampa yang melelahkan pikiran. Orang yang mengaitkan kebahagiaan pada pencapaian materi, lama kelamaan akan merasa bosan. Karena mereka akan sadar bahwa kebahagiaan yang mereka impikan hanya bersifat semu.

Sebagai contoh, banyak orang yang ingin mendiami rumah megah, mengendarai mobil mewah atau mengantongi uang banyak, dengan semua itu mereka berharap dapat menemukan kebahagiaan. Ketika mereka mendapatkannya, mereka tidak serta merta puas dan merasa cukup, bahkan memulai lagi dengan menggantung kebahagiaannya kepada sesuatu yang lebih besar lagi.

Harta yang di kejar-kejar oleh manusia dan menggantungkan kebahagiaan terhadap pencapaian kepadanya, bukanlah jaminan kebahagiaan. Betapa banyak orang kaya hidup dalam kesengsaraan, tetapi orang sengsara hidup dalam ketenangan. Tidak ada perbedaan antara kebahagiaan orang kaya dengan orang fakir. Kegembiraan orang kaya dengan mampu membeli mobil mewah, sama dengan kegembiraan orang miskin karena mampu membeli sepeda motor biasa.

Orang yang bertaqwa itulah orang yang hidupnya bahagia. Dengan demikian sumber kebahagiaan berasal dari dalam diri seseorang.
Disaat ia mampu berpikir positif,
Beriman kepada takdir Allah,
Rela dengan apa yang Allah berikan kepadanya,
Bersikap realistis dalam memandang sesuatu
Dan supel bergaul dengan orang lain.
Maka pada saat itulah ia akan mendapatkan ketenangan jiwa dan kebahagiaan.

Adapun orang yang menggantungkan kebahagiaan dan ketenangan jiwanya pada hal-hal yang berasal dari luar, sungguh ia telah menggantungkannya dengan hal-hal yang mustahil. Mereka mengubah kehidupannya sehingga penuh dengan siksa dan derita. Ia akan menjadi orang yang mudah terbawa arus dan rakus. Ia merasa bahwa apa yang dimiliki orang lain lebih sempurna dari pada miliknya, walaupun pada kenyataannya tidak seperti itu. Ia menganggap nikmat Allah kepadanya sedikit, walaupun sebenarnya banyak.
Ia mencari kebahagiaan di mana-mana, sedangkan kebahagiaan jelas ada di sisinya dan di bawah telapak tangannya, akan tetapi ia tidak merasakan dan tidak menyadarinya.

Mengapa ada orang kaya tidak mampu menemukan kebahagiaan..? Jawabannya sederhana yaitu karena mereka tidak beriman kepada Allah. Padahal Allah telah menjamin bagi orang yang beriman kepadanya kehidupan yang baik dan bahagia. Sebagaimana yang di sebutkan dalam firman-Nya : “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Rabb kami ialah Allah” kemudian mereka istiqamah pada pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”.” (QS. Fushilat: 30)

Dalam ayat lain, Allah menjanjikan kebahagiaan kepada orang-orang yang beriman: Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk (Q.S. Al-An’am 82)
Dan firmannya : “Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (An Nahl: 97).

Akan tetapi mereka menggantikan kebahagiaan hakiki dengan kebahagiaan dunia yang semu dan sementara.
Otak mereka penuh dengan pikiran-pikiran sesat dan materialis , sehingga mereka kehilangan nilai-nilai agama dan dasar-dasar moral. Sesuatu yang tidak di benarkan oleh akal dan agama, dianggap sebagai sesuatu yang lumrah. Dengan alasan modernisasi, mereka menghancurkan nilai –nilai spiritual dan dasar-dasar moral. Seperti pemikiran tentang kebebasan dan persamaan hak, yang sebenarnya kedok untuk memperbolehkan melakukan segala sesuatu dan menghalalkan segala cara.

Semoga Allah menjadikan kita semua sebagai bagian dari penghuni surga, sebagai hamba yang pandai bersyukur atas nikmat-Nya, sabar atas keputusan-Nya, dan ampunan di dunia dan akhirat.



Yayasan BuyaTarmizi All rights reserved

Aliran Pahala Tanpa Putus

[ Mau ]

×
×
×
×
×
Aliran Pahala Tanpa Putus [ MAU ]
×
Aliran Pahala Tanpa Putus [ MAU ]
×
Aliran Pahala Tanpa Putus [ MAU ]
×
Powered byEMF Online HTML Form
×
Powered byEMF Online Form Builder
×
Powered byEMF Contact Form
×
Powered byEMF Online Form
×
Powered byEMF Online Form Builder
×
Powered byEMF HTML Contact Form
×
Powered byEMF Free Form Builder
×
Powered byEMF Online Survey
×
Powered byEMF Contact Form
×
Powered byEMF Free Form Builder
×
Powered byEMF Form Builder
×
Powered byEMF Web Form
×
Powered byEMF Online Form
×
Powered byEMF Online HTML Form
×
Powered byEMF Online Payment Form
×
Powered byEMF HTML Contact Form
×
  • Apabila Jumlah Zakat Yang Harus di Bayarkan Bernilai 0, Anda Tidak wajib Zakat,
 
ZAKAT HARTA
 
Uang Tunai, Tabungan, Deposito atau sejenisnya Rp
Saham atau surat-surat berharga lainnya Rp
Real Estate (tidak termasuk rumah tinggal yang dipakai sekarang) Rp
Emas, Perak, Permata atau sejenisnya Rp
Mobil (lebih dari keperluan pekerjaan anggota keluarga) Rp
Jumlah Harta Rp
Hutang Pribadi yg jatuh tempo dalam tahun ini Rp
Harta kena zakat Rp
JUMLAH ZAKAT HARTA YANG WAJIB DIBAYARKAN Rp
 
ZAKAT PROFESI
 
Pendapatan / Gaji per Bulan (setelah dipotong pajak) Rp
Bonus/pendapatan lain-lain selama setahun Rp
Jumlah Pendapatan per Tahun Rp
Rata-rata pengeluaran rutin per bulan Kebutuhan fisik, air, listrik, BBM, transportasi Rp
Pengeluaran Pendidikan, Kesehatan Rutin dalam satu tahun Rp
Jumlah Pengeluaran per Tahun Rp
Penghasilan kena zakat Rp
JUMLAH ZAKAT PROFESI YANG WAJIB DIBAYARKAN Rp
 
ZAKAT USAHA PERDAGANGAN & BISNIS
 
Nilai Kekayaan Perusahaan (termasuk uang tunai, simpanan di bank, real estate, alat produksi, inventori, barang jadi) Rp
Utang perusahaan jatuh tempo Rp
Komposisi Kepemilikan (dalam persen) %
Jumlah Bersih Harta Usaha Rp
Harta usaha kena zakat Rp
JUMLAH ZAKAT USAHA YANG WAJIB DIBAYARKAN Rp

 

TOTAL WAJIB 

Rp
PERHITUNGAN NISAB
Harga Emas Murni Saat ini per Gram Rp
Besarnya Nisab Rp
×
Hari Pertama Haid Terakhir

(HPHT)
Tanggal (DD)

Bulan (MM)

Tahun (YYYY)
Lama Siklus Haid Rata-rata

Boleh tidak diisi
(22 - 45 hari)

*Umumnya 28 hari
Perkiraan Pembuahan
Perkiraan Usia Janin
Perkiraan Siap Dilahirkan
Perkiraan Tanggal Kelahiran
Trimester Pertama
Trimester Kedua
Trimester Ketiga












×
Powered byEMF HTML Contact Form
×

PERHATIAN: Jika Anda ingin mendapatkan aliran pahala tanpa putus dari para Penghafal Al Quran,

Rumah Tahfizh ALKAUTSAR

  • Dibangun untuk para penghafal Al Quran
  • Untuk umum, Pelajar, dan, Mahasiswa
  • Dibangun di lokasi yang padat dan sangat membutuhkan ruang bagi para penghafal Al Quran
  • Melahirkan Cendekia penghafal Al Quran yang akan tersebar ke seluruh penjuru nusantara
  • Pahala akan terus mengalir kepada Anda yang mewakafkan hartanya untuk pembangunannya, InsyaAllah

 

Pahala Jariyah dari Para Penghafal Al Quran

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

????? ????? ???????????? ????????? ?????? ???????? ???? ???? ???????? : ???? ???? ???????? ????????? ? ???? ?????? ?????????? ???? ? ???? ?????? ??????? ??????? ????

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang shalih”
(HR. Muslim)

Mulianya Para Penghafal Al Quran

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Ditawarkan kepada penghafal al-Quran, “Baca dan naiklah ke tingkat berikutnya. Baca dengan tartil sebagaimana dulu kamu mentartilkan al-Quran ketika di dunia. Karena kedudukanmu di surga setingkat dengan banyaknya ayat yang kamu hafal.”(HR. Abu Daud)

MasyaAllah, mulia sekali kedudukan para penghafal Al Quran.

Namun, tidak semua orang bisa menghafal Al Quran dengan mudah.

Kenapa? Ada beberapa penyebabnya:

  • Belum lancar membaca Al Quran
  • Terganjal dengan kesibukan rumah tangga dan tidak bisa membagi waktu dengan baik
  • Sudah berusia sehingga daya ingatnya tidak kuat lagi
  • Bisa menghafal Al Quran tapi kurang maksimal
  • Tidak ada Ustadz tempat setoran hafalan agar sehingga hafalan lebih melekat dan bacaan bisa diperbaiki

 

Peluang Wakaf Pembangunan Rumah Tahfizh

Kabar gembiranya, ada peluang wakaf Pembangunan Rumah Tahfizh. Anda bisa mendapatkan aliran pahala tanpa putus dari para cendekia penghafal Al Quran.

Saat ini dibutuhkan sekali wadah untuk para pemuda yang semangat menghafalkan Al Quran. Insya Allah Rumah Tahfizh ALKAUTSAR akan hadir untuk memfasilitasi mereka

 













×
Powered byEMF HTML Contact Form
×
Powered byEMF HTML Contact Form
×
Rekening Yayasan