Kesadaran

"Yang disebut agama itu sebenarnya apa, Kiai ?" Tanya seorang santri .

...

Kiai justru mengambil biola dan memainkan tembang “Asmaradhana” hingga membuat para santrinya terbuai.

Lalu beliau bertanya, "Apa yang kalian rasakan setelah mendengar musik tadi ?"

"Aku rasakan keindahan, Kiai," jawab Daniel. "Seperti mimpi rasanya" sambung Sangidu. " Semua persoalan seperti mendadak hilang. Tentram" tambah Jazuli. "Damai sekali" tukas Hisman.

" Nah, itulah agama" Jawab Kiai. " Orang beragama adalah orang yang merasakan keindahan, rasa tenteram, damai karena hakikat agama itu sendiri seperti musik. Mengayomi dan menyelimuti."

Setelah itu salah seorang santri (Hisman) mencoba biola tersebut, dan menghasilkan suara “menderit”.

" Wah, suaranya berantakan ya kiai..? " tanya Hisman sambil tersipu malu...

" Nah, begitu juga agama. Jika Kita tak mempelajarinya dengan baik, maka agama hanya akan membuat diri sendiri dan lingkungan terganggu" jawab beliau.

" Oooo begitu…. Jadi untuk bisa beragama dengan Baik itu, kita tidak boleh ikut-ikutan, tapi harus mengerti ilmunya juga. Seperti tadi, hanya karena melihat Kiai bermain biola, jangan langsung berpikir bahwa kita juga pasti bisa main biola."  tambah Jazuli..

"Kesimpulan yg bagus" jawab beliau.. "Ada kesimpulan lain?"

*"Dalam beragama, kita tidak bisa hanya mengandalkan keinginan, hanya karena merasa bahwa keinginan itu baik. Misalnya, tadi saya merasa punya keinginan baik untuk bermain biola, tapi ternyata keinginan saya malah mengganggu saya dan orang lain" ulas Hisman.

"Kesimpulan yang jeli..! Terima kasih," puji beliau. 

Semoga dengan menjalani agama yg kita imani, kita mampu menghormati orang lain dan membawa kedamaian dlm hidup bersama