Mungkin Ada Yang Bilang Boleh

Saudaraku......
Apakah zakat fitrahnya sudah dibayarkan?......
jika sudah Allhamdulillah. Karena itu adalah "kewajiban" bagi setiap nyawa yang mampu, yang menjadi tanggung jawab masing-masing kita yang melewati dan menikmati terbenamnya matahari akhir ramadhan.

Lalu, kemana menyalurkan atau memberikan zakat fitrahnya?.....
sungguh indah ibadah ini kalau cara dan sasarannya tepat.
coba sekiranya kita telah memberikan sesuatu yang berharga tapi tidak ada nilai sama sekali di mata Allah, tentu ini sangat merugi.

Saudaraku.....
"Mungkin ada yang bilang boleh"...membayarkan zakat lewat ATM...
tapi alangkah naifnya kita, moment ibadah yang sangat berharga itu kita gantikan dengan mesin, yang tidak bisa membaca makna dari balik pembayaran zakat......

Saudaraku......
zakat fitrah bukan cuma sekedar "Membayarkan" tapi banyak hikmah dibalik semua itu

Dapat mensucikan diri dan jiwa dari sifat mazmuzah (tercela), seperti kikir, iri, dengki, sombong, takkabur, mementingkan diri sendiri, cinta dunia Membentuk akhlak mahmudah (mulia) seperti rajin berinfak dan sedekah, cinta akherat, peduli terhadap nasib orang lain
Membersihkan harta dari bagian-bagian yang bukan hak kita Merupakan suatu bentuk rasa syukur kehadirat Allah

Bagaimana semua hikmah ini dapat kita rasakan, jika harus kita gantikan dengan mesin, memang banyak yang bilang, "ada yang mudah mengapa harus mencari yang sulit", tapi apakah Rasulullah dulu pernah merasa kesulitan untuk mendatangi rumah-rumah fakir yang diberikan beliau lewat tangan beliau sendiri, manusia yang "Mulia" yang tidak pernah "enggan" untuk bersentuhan langsung dengan para fakir. Tapi mengapa sebagian dari kita yang mungkin bukan siapa-siapa menurut Allah, harus menghindari berhadapan dengan para fakir itu. Alangkah baiknya moment yang cuma 1 kali setahun ini bisa kita jadikan sarana buat kita bisa merasakan dan melihat bagaimana si fakir hidup. Agar kita bisa benar-benar manjadi Fitrah.

Saudaraku........
cobalah berikan zakat fitrah itu langsung, pergilah datangi rumah-rumah mereka...agar saudara bisa melihat "istana" mereka seperti apa?...agar saudara tidak mengeluh lagi dengan "istana" yang saudara punya.

Saudaraku...
Cobalah pandangi wajah mereka, wajah yang diliputi kerasnya kehidupan, yang tergores garis-garis pengharapan akan rezeki walau cuma buat makan satu hari demi satu hari, agar saudara tidak mengeluh lagi melihat noda/keriput diwajah karena lupa beli kosmetik mahal.

Saudaraku.....
Cobalah membacakan ijab langsung dengan memegang tangan mereka yang keras, kasar... yang sekeras dan sekasar kehidupan yang mereka jalani. agar saudara tidak mengeluh lagi dengan kehidupan enak yang saudara jalani.Agar saudara selalu tergerak untuk bersedekah bukan cuma saat ramadhan saja.

Saudaraku...
lihatlah...
rasakanlah.....
bagaimana jika posisi mereka itu jadi posisi kita suatu saat (bukan hal yang tidak mungkin bagi Allah)....
anggap mereka sebagai keluarga ....
maka rendahkanlah dirimu dihadapan Allah, jangan cari alasan sibuk atau mempermudah untuk mencari Ridho Allah yang lebih baik

Saudaraku......
Mungkin ada yang bilang boleh.....
tapi akan lebih terasa nikmat hasilnya, jika kita berhadapan langsung. Apakah waktu yang berbulan-bulan untuk kita mencari rezki tidak membuat kita sibuk??, mengapa waktu yang diminta cuma beberapa menit kita tidak bisa meluangkannya??.......

Saudaraku......
sungguh hal yang memalukan di hadapan Allah, jika kita bisa meluangkan waktu berhari-hari atau bahkan berbulan-bulan untuk mempersiapkan keperluan lebaran, tapi untuk meluangkan waktu satu hari mendatangi fakir kita tidak punya waktu, mencari solusi dengan ATM....sungguh suatu kekalahan tanpa kita sadari yang kita dapat saudaraku, bagaimana kita bisa menyatakan diri kita menang pada hari yang fitrah?....

kita masih kalah dengan ego, kita masih kalah dengan nafsu. Tidak ada kue dirumah kita malu dengan orang, tidak ada baju lebaran kita malu dengan orang, tapi apakah kita pernah merasa malu kepada Allah??